santapatricia.id

REFLEKSI MEMBUAT MOZAIK KELAS IX B

SMP SANTA PATRICIA – Praktik membuat karya mozaik yang saya buat, menggunakan beberapa  jenis biji-bijian dan juga sereal. Seperti  beras, kacang-kacangan, dan biji jagung.  Untuk latarnya menggunakan kertas origami warna biru yang dipotong atau dirobek, tempel dengan lem. Susun secara abstrak. Kemudian bahan-bahan tersebut, saya buat menjadi sebuah karya mozaik motif berbentuk ikan. Karya tersebut saya beri judul “Ikan Berenang di Samudera Mozaik”.

Karya ini didominasi  dengan warna-warna cerah: seperti biru, hijau, dan kuning sedikit kecoklatan. Ketika karya ini dibuat, menghabiskan waktu kurang lebih dua jam. Selama pembuatan ini, saya bertekad untuk menyelesaikan karya itu dalam hari yang sama. Biasanya, saya mengalami stress ketika ditugaskan membuat karya. Namun, ketika saya mengerjakan karya mozaik ini, saya seolah tenggelam dalam proses penempelan biji-bijian itu.

Pada proses pemilihan bahan perasaan saya pebuh kegembiraan. Saya dan teman-teman membawa apa saja yang ada di rumah dan nantinya jika kurang, akan berbagi. Hal ini menumbuhkan rasa solidaritas saling mau berbagi. Ada pula beberapa teknik yang saya gunakan dengan meniru dengan memodifikasi objek gambar dari internet. Lalu saya menempelkan biji-bijian dan kertas origami sesuai dengan pola sketsa.  Ada beberapa pola gambar, saya menggunakan teknik blok. Menempelkan kertas origami, memenuhi semua bagian sketsanya.

Karya mozaik “Ikan Berenang di Samudera Mozaik” ini melambangkan kehidupan Samudera yang penuh warna dan keberagaman hayati. Digambarkan dalam bentuk ikan yang bebas berenang di Samudera luas. Seperti manusia yang menjelajahi kehidupan di dunia. Bahan biji-bijian menggambarkan kesederhanaan dan pentingnya hal kecil untuk membentuk sesuatu yang indah. Refleksi ditulis oleh ECLAIR CELESTE TJIOE.

Karya mozaik lainnya yang bertama lingkungan, “Kura-kura di Lautan Bintang” dikelilingi dua bintang laut dibuat oleh  CHARLIZE MAYASARI DAJPRI. Prosesnya cukup lancer, meski membutuhkan waktu yang cukup lama. “Puji Tuhan,” ucapnya.

Mozaik lainnya yang mencuri perhatian yaitu, “Anjing Lucu Shih Tzu” yang dibuat oleh CATHRINE MARCELINA. Motif gambar seekor anak anjing dengan mata biru, lalu ditambahkan dengan hiasan bunga matahari dan tanaman kecil dengan bunga merah serta bentuk love merah. Semua motif terbuat dari biji-bijian. Makna yang bisa dipetik yaitu tentang kesabaran, dan ketelitian.

Seluruh proses berkarya, teknik, dan makna yang diambil ada juga menggabungkan pola atau motif hias seperti bunga menjadi latar belakang kotak-kotak, dan motif geometris yang dibuat RYUKIE IVINTHARANIA.

Yang mengejutkan lagi ada nyambi menonton video hanya untuk membunuh kebosanan sewaktu praktik membuat mozaik. Ini dilakukan oleh STEFANIE NADINE BRAHMANTARA mengisi waktunya menyusun beras satu demi satu hingga menjadi pola gambar yang indah dengan motih seekor burung enggang. Teknik yang ia gunakan mulai dengan membuat sketsa terlebih dahulu. “Makna yang bisa diambil yaitu melatih kesabaran dan ketelitian demi menghasilakan hasil yang baik,” kata Nadine. Keren. Seluruh imajinasinya ia tumpahkan untuk berkarya.

Karya menarik lainnya “Topi Jerami Sang Pembebas” dibuat oleh JEFFANYA HALIM WIENATA, menurut Jeffa bersabar dalam segala hal ini perlu. Bahwa kesabaran dapat membuahkan hasil yang memuaskan. ***

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top