santapatricia.id

MOZAIK ASYIK BIKIN MELIRIK KARYA KELAS IX A

SANTAPATRICIA.INFO – Dalam tugus praktik membuat karya mozaik ini, saya menggunakan kerlas gambar A3 sebagai media mozaik, kemudian saya tempel di atas triplek. Proses pembuatannya, saya menggunakan beberapa bahan, mulai dari biji-bijian dan kacang-kacangan, hingga kertas origami.

Untuk latarnya, saya menggunakan kertas origami bewarna biru yang telah saya gunting menjadi kotak-kotak kecil, dan saya tebarkan di atas kertas secara abstrak. Kemudian, untuk kura-kuranya, saya menggunakan tujuh jenis kacang, yaitu kacang kedelai putih dan kacang kedelai hitam, biji jagung, biji bunga malahari, kacang hijau, dan beras putih. Lalu, untuk bagian bawahnya saya mengunakan gabah yang saya gambarkan sebagai pasirnya, yang juga saya padukan dengan kacang lentil orange dan biji bunga makahari. Disana, saya juga menambahkan tumbuhan laut dengan menggunakan kacang hijau dan biji saga di atasnya. Tidak lupa saya menghias garis lepinya dengan kombinasi antara bıjı bunga matahari dan bij jagung. Karya ini Saya beri judul, “Harmoni Laut dan Isinya dalam Mozaik Biji-bijian”

Ketika membuat karga mozaik ini, saya menghabiskan kurang lebih delapan hingga sembilan jam jika saya totalkan selama dua hari pengerjaan. Jujur, selama mengerjakannya saya agak tertekan dan stres terutama saat menempel biji yang ukurannya kecil seperti kacang hijau dan mengatur penempelan origami biru di latarnya. Namun, lama-kelamaan saya mulai terbiasa dalam membuatnya, merasa seru dan agak menantang, hingga seolah-olah saya terbius di dalam proses pembuatan karya mozaik ini.

Pada proses pembuatannya, diawali dengan kebingungan yang melanda saya dalam pemilihan bahan yang cocok untuk karya yang saya buat. Namun, akhirnya saya menemukan biji-bijian dan kacang-kacangan yang cocok untuk karya saya. Jujur pada waktu itu saya merasa senang dan excited sekali, ditambah dengan masa pembuatan di sekolah, yang penuh keceriaan, canda, dan tawa. Bahkan, saya menyadari adanya solidaritas untuk mau saling berbagi bahan dan bahkan tidak ada yang segan untuk membantu jika ada temannya yang kesulitan. Saya cukup kecewa karena waktu tiga jam di sekolah ternyata hanya cukup untuk menempelkan kacang hijau di punuk kura-kura, sehingga saya melanjutkannya di rumah. Dalam penyelesaiannya, saya sangat fokus dalam menempelkan setiap bahan agar sesuai dengan pola gambar yang saya buat dan saya tidak melakukan kesalahan. Delam pembuatannnya, saya menerapkan beberapa teknik, yang di mana salah satunya adalah teknik menempel. Setelah selesai, saya melihat hasilnya, saya sudah sangat puas, karena butuh kesabaran dan effort mulai dan hasilnya tidak sia-sia. Refleksi ditulis Michelle Dominique.

Menurut Vannessa Gisella melalui tulisan refleksinya setelah membuat karya lukisan dengan teknik mozaik, mengaku sangat senang, karena karyanya berhasil dia buat dengan begitu indah. Karya tersebut berjudul “Burung Kutilang.” Alasannya memilih burung Kutilang, pasalnya karena burung Kutilang memiliki simbol keberuntungan dan kebahagiaan.

Selain Vannesa, ada lagi karya yang berhasil memikat pandangan mata, yaitu karyanya Felicia Aurelia yang berjudul “Tiga Jenis Tanaman.” Dia pun menuliskan refleksinya seperti ini: “Perasaan saya sangan senang, bahagia, puas melihat hasilnya lumayan bagus, meski awal-awal saya kesulitan menemukan idenya” katanya.

Ada juga karya yang dibuat oleh Reyhan Alden Zheng berjudul “Secangkir Kopi Hangat.”  Menurut Reyhan dalam refleksinya yang dia tulis, melambangkan energy, keseimbangan, dan harmoni. Yang dia gambarkan dalam bentuk secangkir kopi, seperti orang sedang bersantai.

Berbeda dengan Reyhan, Jap Charlie Emilio menuliskan judul karyanya “Burung Hantu Terbang Bebas.” Menurut Charlie melambangkan kebijaksanaan kehidupan. Burung hantu terbang bebas dengan latar belakang hitam, symbol kebebasan yang muncul dari kegelapan.

Pada karya yang lainnya lagi yaitu berjudul “Uchiha Clan” yang terinspirasi dari salah satu tokoh dalam serial animasi dibuat oleh Jennifer. Menurut Jenni di antara gambar Klan Uchiha dan logo Akatsuki yang paling susah dikerjakan. Sangat ribet! Meski begitu karyanya terbilang bagus, dengan memadukan beras putih dan beras warna hitam dan sedikit menambahkan warna merah.***

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top